

Cagar Alam Jantho
Cagar Alam Jantho
Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh


Cagar Alam Jantho merupakan salah satu Cagar Alam yang berada di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Secara astronomis, Cagar Alam Jantho terketak pada koordinat 95°36' 59,976" Lintang Utara 5° 16' 1,576" Bujur Timur dan terletak pada koordinat 95° 45' 47,759" Lintang Utara 5° 5'34,055" Bujur Timur. Cagar Alam ini merupakan kawasan konservasi yang awalnya ditunjuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan No. 186/Kpts-II/1984 Tanggal 4 Oktober 1984.
Cagar Alam Jantho ditetapkan sebagai kawasan cagar alam berdasarkan Surat Keputusan Nomor: SK.7950/Menlhk-PKTL/PPKH/Pla.2/10/2022 dengan luasan 15,396,97 hektar. Cagar Alam Jantho menjadi salah satu tempat reintoduksi orangutan sumatera.




Cagar Alam Jantho dalam pengelolaannya menjadi kewenangan Seksi Konservasi Wilayah I Lhokseumawe Resor Konservasi Wilayah Insitu Aceh Besar. Kawasan ini ditunjuk sebagai cagar alam yang merupakan kawasan dengan potensi hutan alam tegakan Pinus merkusii strain Aceh yang merupakan habitat satwa liar sehingga areal tersebut perlu dibina kelestariannya untuk dapat dimanfaatkan bagi kepentingan ilmu pengetahuan dan kebudayaan.
POTENSI KAWASAN
Cagar Alam Jhanto mempunyai potensi keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan secara keseluruhan jenis tumbuhan vegetasi tingkat pohon yang ditemukan dalam kawasan sebanyak 73 jenis pohon berkayu diantaranya ampupu (Eucalyhptus sp.), ara (Ficus sp.), bayur (pterospermum sp.), bungo (Litsea castanea), cermai hutan (Pyhllantuseroblica), dadap (Erithrina lothospermas Miq), durian hutan (Durio sp.), jabon (Arthocepallus cadamba), johar (Casia siamea), kemiri (Aleurites moluccana), pulai (Alstonia scolaris), rasamala (Altingia excelsa), saga (Adenthera pavonina), tusam/pinus (Pinus merkusii strain Aceh).




Kondisi kawasan Aceh yang terdiri dari berbagai tipe ekosistem kawasan tersebut telah menciptakan kondisi habitat yang optimal bagi perkembangan satwa liar. Kelimpahan vegetasi pakan, tersedianya cukup air, dan struktur vegetasi yang sedemikian rupa merupakan faktor pendukung perkembangan satwa liar di kawasan CA Jantho. Berdasarkan hasil survey di lapangan, CA Jantho merupakan habitat maupun daerah lintasan untuk berbagai satwa diantaranya bajing (Sciurus caroinensis), beruang madu (Helacrtos malayanus), gajah (Elephas maximus), harimau sumatera (Pantheratigris), kancil (Tragulus kanchil), kijang muncak (Muntiacus muncjak), landak (Histrix bachyura), orangutan sumatera (Pongo abelii), siamang (Symphalangus syndactylus), kedih (Presbystis thomasi), wau-wau (Hylobates sp.). Sebanyak 54 jenis burung yang terdata di CA Jhanto antara lain belibis (dendrocygna arcuate), butbut (Centrupus rectunguis), cucakkuning (Pycnonotus melanicus), elang hitam (Ictinaetus malayensis), kucica hutan (Copsychus malabaricus), kepodang (Oriolus xanthornus), pelatuk sayap merah (Picus miniaceus), punai (Treron griseicula), rangkong (Buceros bicornis), trocok kelabu (Pycnontus atriceps).
AKSESIBILITAS

1,5-2Jam
Rute Perjalanan
Banda Aceh
Kota Jantho
±
1 Jam Perjalanan Darat
± 6 Km Jalan Aspal
± 2 Km Jalan Tanah Keras
dan Berlumpur
CA Jantho

