Cagar Alam Serbajadi

Abstract Geometric Repeated Triangle Pattern Icon

Cagar Alam Serbajadi ditunjuk berdasarkan Keputusan Gubernur Aceh pada masa pemerintahan Hindia Belanda ​Tahun 1936. Pada Surat Penunjukkannya Nomor 159/Agr Tahun 1936 diantaranya berbunyi sebagai berikut : “Gelezen ​het schrijven van den assistant Resident der oost-kust van Atjeh met Alas landen, Gajo Loeos en Serbajadi ddo. 17 ​November1936 No. 10370/35waarbij ter goodkeuring word aange boden het in achtvoud opgemaaktbesluit van den ​Zelfbestuurder van het Landschap Serbojadi (Kedjoeroean Aloq), zonder dagtes- kening, Onder afdeeling Langsa der ​Afdeeling oostkust van Atjeh met Alas landen, gajo Looes en Serbajadi van dit Gewest,bij well besluitdeer genoemden ​Zelfbestuurder met intrekking van zij bij zijner-sijdach besluit van 16 Oktober 1916 No. 119/Agrogoodgekeurd besluit van ​27 Mei 1936, het door het daarop voorkomen van Rafflesia gekenmerkte terreingedeelte gelegen in genoom ​Landschapals Natuurmonument werdt aangewegen, waaraanden naam “Rafflesia Natuurmonument Serbodjadi” ​wordt gegeven.


Keputusan tersebut apabila diterjemahkan kedalam ​bahasa Indonesia diperkirakan adalah “Membaca ​Surat dari Asisten Residen Negara Pantai Timur ​Aceh, Alas, Gayo Lues dan Serbajadi pada tanggal ​17 November 1936 Nomor : 10370/35 yang dibuat ​dalam kopi rangkap delapan berisi tentang ​keputusan Direktur Serbajadi (Kejuruan Aloq) ​dibawah pernyataan Divisi Langsa, Divisi Pantai ​Timur Aceh, Gayo Lues dan wilayah Serbajadi, ​keputusan Direktur sebelumnya pada tanggal 16 ​Oktober 1916 Nomor : 119/Agrogoodgekeurd. ​Keputusan 27 Mei 1936, bahwa ditandai keberadaan ​areal Rafflesia yang diberikan nama ‘Natural ​Rafflesia Serbodjadi’.


Berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan ​Kehutanan RI Nomor: SK.6616/MENLHK-​PKTL/KUH/PLA.2/10/2021 tanggal 27 Oktober 2021 ​tentang Peta Perkembangan Pengukuhan Kawasan ​Hutan Provinsi Aceh sampai dengan tahun 2020, CA ​Serbajadi memiliki luas 312,02 hektar.

POTENSI KAWASAN


Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari masyarakat Dusun Bedari Desa Ranto ​Panjang Kec. Simpang Jernih Kab. Aceh Timur, tumbuhan Rafflesia Sp. memang sering ​dijumpai di dalam dan sekitar kawasan CA Serbajadi. Masyarakat setempat menyebut ​tumbuhan ini ‘Pok Maa’. Selain itu jenis lain didominasi oleh pohon-pohon dari jenis Kruing, ​Banditan dan Jerik (termasuk jenis pohon Dipterocarpus sp.) serta jenis pohon Meranti ​(Shorea sp.).

Jenis-jenis satwa yang ada di dalam kawasan Cagar Alam didominasi oleh jenis-jenis satwa ​yang tergantung terhadap keberadaan air (sungai) seperti jenis satwa biawak, burung raja ​udang, burung rangkong dan monyet ekor panjang. Hal ini disebabkan oleh lokasi kawasan ​Cagar Alam Serbajadi yang berbatasan langsung dengan sungai Tamiang. Selain itu jenis ​satwa lain yang teridentifikasi antara lain monyet ekor panjang, burung rangkong, burung ​serindit, burung kuau, burung cerocok kecil, biawak, burung elang hitam, burung raja ​udang, babi hutan, ular sundong, tupai, siamang dan burung murai.

AKSESIBILITAS

Rute Perjalanan

Ba​nda Aceh

mobil
Dash broken line arrow doodle hand-drawn
Bus Public Transportation Vehicle

± 8 Jam perjalanan darat

Kuala Simp​ang

cute sailboat watercolor
Dash broken line arrow doodle hand-drawn

Desa Rantau ​Panjang​

cute sailboat watercolor
Dash broken line arrow doodle hand-drawn

CA Serbajadi

± 7 Jam perjalanan Sungai

± 45 menit perjalanan Sungai